Pesta Demokrasi Sekolah, Debat dan Pemilu OSIS-MPK Periode 2026/2027 Berlangsung Sengit Hari Ini!

 

SMP Strada Nawar, 21 OKTOBER 2026 – Suasana riuh dan penuh semangat menyelimuti lingkungan sekolah pada Rabu, 21 Oktober 2026. Sejak pagi hari, seluruh warga sekolah antusias mengikuti agenda tahunan yang paling dinanti, yaitu pelaksanaan Debat Terbuka Kandidat sekaligus Pemilihan Umum (Pemilu) Ketua OSIS dan Ketua MPK (Majelis Perwakilan Kelas) untuk periode kepengurusan 2026/2027.

       

Acara yang mengusung tema “Mewujudkan Kepemimpinan Berkarakter, Kreatif, dan Berintegritas” ini dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama diawali dengan debat terbuka di aula sekolah, di mana para kandidat saling beradu argumen, memaparkan visi-misi, serta menjawab berbagai pertanyaan kritis dari panelis guru maupun perwakilan siswa.

Persaingan Sengit Kursi Ketua OSIS

Panggung debat memanas saat tiga Pasangan Calon (Paslon) Ketua dan Wakil Ketua OSIS memaparkan program unggulan mereka:

       

  • Paslon 1 (Adriel dan Vallerie) tampil percaya diri dengan visi menjadikan OSIS sebagai wadah yang berintegritas, aktif, kreatif dan solid.
  • Paslon 2 (Melody dan Jeremy) menekankan pentingnya peran OSIS untuk menjadi inspirasi dalam belajar dan bersosialisasi
  • Paslon 3 (Gending dan Melvino) dengan visi mewujdukan lingkungan sekolah yang edukatif dan positif untuk melahirkan generasi yang kritis, percaya diri dan kreatif

Ketiga paslon saling menanggapi pertanyaan seputar penyelesaian konflik organisasi, pengelolaan anggaran kegiatan, hingga solusi konkret menghadapi tantangan kedisiplinan siswa dengan sangat taktis dan dewasa.

       

Adu Gagasan Calon Ketua MPK

Tidak kalah seru, panggung debat juga mempertemukan dua kandidat kuat yang memperebutkan posisi Ketua MPK, badan legislatif tertinggi siswa yang bertugas mengawasi kinerja OSIS:

  • Kandidat 1 (Dionisius) menjanjikan untuk mengawasi dan mendampingi setiap kegiatan OSIS secara berintegritas agar mencapai tujuan bersama
  • Kandidat 2 (Maria) berfokus pada fungsi MPK sebagai wadah pemersatu siswa dan penyalur aspirasi siswa.

Kedua calon ketua MPK ini menunjukkan pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya checks and balances dalam roda organisasi sekolah.

       

Proses Pemungutan Suara secara Demokratis

Seusai debat terbuka dilaksanakan, seluruh siswa, guru, dan staf karyawan langsung diarahkan menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah disiapkan oleh panitia Komisi Pemilihan Umum Mitra (KPUM) sekolah. Proses pencoblosan berjalan dengan tertib, menerapkan asas LUBER JURDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil). Panitia menggunakan sistem bilik suara untuk memastikan seluruh suara tersalurkan dengan aman.

 

Sebarkan artikel ini